Jumat, 28 Agustus 2026
Hot

Jokowi: Ritual Injak Kepala Kerbau di Lampung Murni Tradisi Adat

Presiden Joko Widodo angkat bicara soal prosesi injak kepala kerbau di Lampung yang viral. Ia tegaskan itu tradisi adat, bukan politis, dan meminta semua pihak menghargai kearifan lokal.

Article ad before first paragraph

Ridwan Habibie Penulis | Achmad Fauzan Editor

Harian Express, Lampung– Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) akhirnya buka suara mengenai prosesi injak kepala kerbau saat menerima gelar adat di Lampung. Ia menegaskan ritual tersebut murni tradisi masyarakat Lampung yang telah berlangsung secara turun-temurun, Selasa, (07/07/2026).

Jokowi meminta publik untuk tidak menarik semua hal ke ranah politik. Ia menekankan pentingnya menghargai adat istiadat dan kearifan lokal.

Presiden menyatakan bahwa prosesi tersebut merupakan bentuk penghormatan dari Istana Kedatun Kerajaan Lampung. Dirinya merasa terhormat atas penghargaan yang diberikan.

Article ad in the middle of article

“Itu bentuk penghormatan dari Istana Kedatun Kerajaan Lampung. Dan saya merasa terhormat diberikan penghargaan. Dan jangan semua hal ditarik ke ranah politik, sering enggak sambung,” ujar Jokowi di Solo, Selasa (7/7/2026).

Jokowi juga menampik asumsi publik yang menyamakan kepala kerbau dengan lambang kepala banteng. Ia kembali menekankan bahwa upacara tersebut merupakan ritual adat yang sudah ratusan kali dilakukan dan harus terus dilestarikan.

Sebelumnya, Jokowi menerima gelar ‘Baginda Pemuka Bangsa’ dalam prosesi adat di Kedatun Keagungan, Jalan Sultan Haji, Kota Bandar Lampung, Sabtu (27/6/2026). Momen menginjak kepala kerbau yang diletakkan di atas karpet merah itu kemudian menjadi viral di media sosial.

Peristiwa ini menuai beragam respons dari masyarakat dan pengamat politik. Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, menilai ritual tersebut bisa diartikan secara denotatif sebagai bentuk penghargaan budaya.

“Kepala kerbau yang diinjak Pak Jokowi, menjelaskan bahwa dirinya mengapresiasi nilai-nilai budaya atau adat yang ada di Lampung. Sekaligus respect terhadap penghargaan yang diberikan kepadanya,” kata Agung saat dihubungi, Senin (29/6).

Secara konotatif, Agung Baskoro menyebut ritual itu juga dapat dikaitkan dengan PDIP yang berlogo kepala banteng. Menurutnya, hal tersebut bisa ditafsirkan sebagai Jokowi yang siap bertarung dan mengalahkan PDIP di Lampung.

Ketua DPP PSI, Bestari Barus, memastikan bahwa pelaksanaan ritual bukan atas kemauan Jokowi pribadi. Ia menjelaskan bahwa itu adalah inisiatif masyarakat adat Lampung sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya sebagai presiden.

Bestari menambahkan bahwa ritual dan pemberian gelar kehormatan serupa juga pernah diberikan kepada mantan presiden terdahulu. Ini menunjukkan bahwa prosesi tersebut bukanlah hal baru.

Di sisi lain, keputusan mantan Presiden Jokowi memilih Lampung sebagai titik awal safari politiknya dinilai sarat dengan kalkulasi. Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia (ASI), Ali Rif’an, menyebut Lampung memiliki karakteristik pemilih yang cair dan tidak loyal secara permanen pada satu partai politik.

“Lampung dipilih karena beberapa alasan. Selain memang punya simbol gajah yang kebetulan menjadi logo baru PSI, Lampung juga secara basis adalah Jawa,” ujar Ali dalam podcast Siber, dikutip Minggu, 5 Juli 2026.

Ali Rif’an menambahkan, Lampung dianggap sebagai wilayah yang “tidak ada tuannya” secara elektoral karena peta kemenangan partai politik yang selalu berubah di setiap pemilu. Kondisi ini membuat Lampung menarik sebagai awal safari politik.

Article ad after last paragraph