M Ridwan Habibie A
Penulis
|
Muklis Purwanto
Editor
HARIANEXPRESS, LAMPUNG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sempat melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Kabupaten Lampung Timur, akhirnya berhasil dipadamkan. Api yang sempat berkobar hebat di area konservasi tersebut berhasil dikendalikan sepenuhnya pada Sabtu (22/8) malam, tepatnya sekitar pukul 19.30 WIB.
Operasi pemadaman masif ini dimulai sejak pukul 16.00 WIB pada hari yang sama, melibatkan sebuah tim gabungan yang kuat. Sedikitnya 200 personel dari berbagai unsur dikerahkan ke lokasi untuk mengatasi amukan si jago merah yang mengancam.
Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan pemadaman ini. Beliau menekankan bahwa suksesnya operasi ini tak lepas dari respons cepat dan sinergi apik seluruh pihak yang terlibat di lapangan.
“Alhamdulillah, kebakaran di kawasan Way Kambas sudah berhasil dikendalikan dan titik api telah dipadamkan. Ini merupakan hasil kerja bersama seluruh personel dan unsur yang sejak awal bersinergi melakukan penanganan di lapangan,” ujar Helfi dalam keterangannya yang disampaikan pada Minggu (23/8).
Selama proses pemadaman, tim gabungan menghadapi berbagai tantangan signifikan yang menguji kesabaran dan ketahanan mereka. Angin kencang menjadi salah satu faktor penghambat utama, yang berpotensi menyebarkan api dengan cepat ke area lain yang belum terdampak dan memperluas jangkauan kebakaran.
Selain itu, medan lokasi yang sulit dijangkau juga menambah kompleksitas upaya pemadaman. Area yang terjal dan vegetasi padat mempersulit pergerakan personel serta peralatan untuk mencapai titik-titik api secara efektif dan cepat.
Meskipun demikian, berkat kegigihan dan kerja keras tanpa henti dari seluruh personel, tim akhirnya berhasil memblokir laju api dan memadamkan titik-titik krusial. Keberhasilan ini adalah bukti nyata komitmen kuat dalam menjaga lingkungan dan aset konservasi.
Setelah seluruh titik api dinyatakan padam, pekerjaan pengamanan belum berhenti. Personel gabungan langsung beralih ke tahap pendinginan intensif, yaitu dengan membasahi area yang terbakar secara menyeluruh dan berulang.
Tindakan ini sangat krusial untuk memastikan tidak ada sisa bara api yang berpotensi menyala kembali secara diam-diam di bawah tanah atau tumpukan biomassa. Proses pendinginan ini bertujuan meminimalkan risiko kebakaran hutan susulan yang dapat menimbulkan kerusakan lebih lanjut di kawasan TNWK.
“Fokus kami sekarang adalah memastikan kondisi benar-benar aman. Karena itu, setelah pemadaman, personel tetap melakukan pembasahan, penyisiran, dan pemantauan untuk mencegah munculnya kembali titik api,” kata Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf, menjelaskan langkah selanjutnya.
Selain pembasahan, tim juga terus melaksanakan penyisiran dan patroli rutin di sekitar area terdampak. Pemantauan ini vital untuk mengawasi kondisi lapangan secara terus-menerus dan mendeteksi sedini mungkin jika ada indikasi potensi api baru.
Kapolda Helfi Assegaf juga menggarisbawahi pentingnya penguatan sinergi antarlembaga dan semua elemen masyarakat. Sinergi lintas unsur sangat dibutuhkan dalam penanganan maupun langkah-langkah pencegahan karhutla di seluruh wilayah Lampung.
“Penanganan karhutla membutuhkan respons yang cepat dan kerja sama dari semua pihak. Sinergi ini akan terus kita perkuat, baik dalam penanganan di lapangan maupun langkah-langkah pencegahan agar potensi kebakaran dapat segera diantisipasi,” tegasnya, menekankan pentingnya kerja sama jangka panjang.
Hingga informasi terbaru, personel gabungan masih tetap bersiaga penuh di kawasan Taman Nasional Way Kambas. Mereka secara berkelanjutan melakukan pembasahan, penyisiran, patroli, dan pemantauan intensif. Ini semua dilakukan untuk menjamin bahwa kondisi di lokasi benar-benar aman, terkendali, dan terbebas sepenuhnya dari ancaman kebakaran.


