Findy Alfiyansyah Penulis | Redaksi Editor
HARIANEXPRESS, PRINGSEWU- Rahmat Hidayatulloh menyatakan diri maju sebagai calon Kepala Pekon Wargomulyo, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Jumat (12/6/2026).
Pencalonan Rahmat membawa gagasan pembangunan pekon yang menitikberatkan pada pelayanan publik, penguatan ekonomi masyarakat, pemberdayaan pemuda, dan keterlibatan warga dalam pembangunan.
Melalui visi MULYO, Rahmat ingin mendorong Wargomulyo menjadi pekon yang maju, unggul, luwes, yakin, dan optimis. Arah tersebut disiapkan sebagai dasar kerja untuk membangun masyarakat yang lebih mandiri, rukun, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Rahmat Hidayatulloh dikenal sebagai tokoh pemuda di Pekon Wargomulyo. Ia juga disebut sebagai salah satu pencetus Pasar Pagi Wargomulyo yang menjadi ruang aktivitas ekonomi warga.
Selain aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, Rahmat memiliki usaha pupuk organik. Pengalaman tersebut dinilai dekat dengan kebutuhan masyarakat desa, terutama warga yang bergerak di sektor pertanian dan usaha produktif berbasis lokal.
Dari sisi pendidikan, Rahmat merupakan alumni Pesantren Al-Iman Bulus. Berdasarkan informasi pada laman resmi Pondok Pesantren Al-Iman Bulus Purworejo, pesantren tersebut berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Al-Iman dan disebut berdiri sekitar abad ke-17 oleh Mbah Ahmad Alim.
Pesantren Al-Iman Bulus berada di Desa Bulus, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Lembaga pendidikan tersebut juga dikenal sebagai salah satu pesantren tua di Purworejo, dengan jejaring pendidikan formal di bawah lingkungan Yayasan Pendidikan Al-Iman.
Latar belakang pesantren itu menjadi salah satu bagian dari perjalanan Rahmat dalam membentuk karakter kepemimpinan. Nilai kedisiplinan, kemandirian, dan kedekatan dengan masyarakat menjadi bekal yang ingin dibawa dalam pembangunan Pekon Wargomulyo.
“Terwujudnya masyarakat yang maju, unggul, luwes, yakin, dan optimis atau MULYO menjadi cita-cita bersama untuk membangun Wargomulyo yang lebih baik,” demikian visi yang diusung Rahmat Hidayatulloh.

Dalam bidang pemerintahan dan layanan publik, Rahmat menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan pekon yang bersih, transparan, dan akuntabel. Pelayanan kepada masyarakat diarahkan agar lebih ramah, mudah, cepat, dan tidak berbelit.
Pada bidang pembangunan dan infrastruktur, program Rahmat diarahkan berdasarkan skala prioritas dan kemampuan anggaran. Dengan pola tersebut, pembangunan diharapkan benar-benar menjawab kebutuhan warga yang paling mendesak.
Rahmat juga menempatkan lingkungan yang sehat, bersih, dan nyaman sebagai bagian penting dari pembangunan pekon. Menurut gagasan yang disiapkan, kemajuan desa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas lingkungan dan kenyamanan hidup masyarakat.

Di sektor perekonomian, optimalisasi Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes menjadi salah satu perhatian utama. BUMDes diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi lokal, membuka peluang usaha, dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Pengalaman Rahmat dalam mengembangkan usaha pupuk organik dinilai sejalan dengan semangat kemandirian ekonomi desa. Usaha tersebut memiliki keterkaitan dengan sektor pertanian yang menjadi salah satu potensi masyarakat Wargomulyo.

“Keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya bertumpu pada kepala pekon atau perangkat pekon, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat,” demikian salah satu garis besar program yang disampaikan dalam gagasan Rahmat.
Peran pemuda juga menjadi perhatian dalam visi pembangunan yang ditawarkan. Rahmat memandang pemuda bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek perubahan yang dapat berkreasi, berinovasi, dan mengambil peran di era digital.
Selain pemberdayaan pemuda, kerukunan masyarakat dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika juga menjadi bagian dari misi sosial yang diusung. Persatuan warga dinilai sebagai modal utama agar pembangunan pekon dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan.
Prinsip dasar kepemimpinan Rahmat mengacu pada kaidah Al-Muhafadzah ‘ala al-qodimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah, yakni memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik.
“Program yang sudah baik dan bermanfaat perlu dilanjutkan, sementara gagasan baru tetap dibuka sepanjang membawa manfaat lebih besar bagi masyarakat,” demikian prinsip kepemimpinan yang diusung Rahmat.
Dengan latar belakang pesantren, pengalaman usaha, serta keterlibatan dalam aktivitas kepemudaan dan ekonomi warga, Rahmat Hidayatulloh menawarkan arah pembangunan Pekon Wargomulyo yang partisipatif, adaptif, dan berkelanjutan.



