Rabu, 26 Agustus 2026
Hot

Cekcok Berujung Maut, Perempuan Pringsewu Tewas Ditusuk Mantan Suami Siri

Tragedi kekerasan terhadap perempuan kembali terjadi di Lampung. Anes Wulandari tewas ditusuk mantan suami sirinya di Pringsewu pada Jumat malam.

Article ad before first paragraph

Ridwan Habibie Penulis | Ipnu Subroto Editor

Harian Express, PRINGSEWU – Seorang perempuan bernama Anes Wulandari (20) tewas ditusuk mantan suami sirinya, Heru Purwanto (43), di depan rumahnya pada Jumat (26/6/2026) tengah malam.

Korban merupakan warga Pekon Pemenang, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu. Anes meninggal dunia akibat luka tusuk yang mengenai bagian perutnya.

Inspektur Polisi Satu Agus Dharmawan, Kepala Polsek Pagelaran, menyampaikan peristiwa penusukan terjadi saat sebagian besar warga sedang beristirahat. Berdasarkan keterangan saksi, mereka mendengar teriakan perempuan meminta pertolongan sebelum menemukan korban tergeletak.

Article ad in the middle of article

Sejumlah saksi juga melihat seorang laki-laki melarikan diri ke arah kebun. Warga yang mengejar kemudian menemukan laki-laki tersebut tergeletak dengan luka tusuk di perut, lalu melaporkan kejadian itu kepada polisi.

Polisi segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi korban serta terduga pelaku ke rumah sakit. Anes Wulandari dinyatakan meninggal dunia, sedangkan Heru Purwanto masih menjalani perawatan medis.

Polisi telah mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau yang diduga milik Heru. Penyidik juga telah memeriksa sejumlah saksi terkait insiden tersebut.

“Dari keterangan awal yang diperoleh penyidik, yang bersangkutan (Heru) mengaku melukai dirinya sendiri setelah diduga melakukan penusukan terhadap korban. Namun, seluruh keterangan tersebut masih kami dalami dan akan dibuktikan melalui proses penyidikan,” ujar Agus Dharmawan (Kepala Polsek Pagelaran) saat dikonfirmasi, Senin (29/6/2026).

Agus mengungkapkan, Heru dan korban pernah menikah siri namun telah lama berpisah. Korban memilih kembali tinggal bersama orang tuanya.

Sebelum insiden penusukan, Heru sempat berupaya menemui Anes di rumah orang tuanya, tetapi korban menolak. Pada Jumat malam, Heru kembali mendatangi rumah korban dan mengajaknya keluar, lalu keduanya terlibat cekcok yang berujung penusukan terhadap Anes.

Usai menusuk mantan istri sirinya, Heru diduga melukai perutnya sendiri menggunakan pisau yang dibawanya. Hingga saat ini, Heru masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pringsewu dengan pengawalan ketat polisi.

Pihak kepolisian akan melanjutkan proses penyidikan setelah kondisi kesehatan terduga pelaku pulih. Kasus kekerasan terhadap perempuan yang berujung maut ini berulang kali terjadi di Lampung.

Pada Agustus 2025, misalnya, kasus pembunuhan juga menimpa Anita Sari (29) oleh suaminya, Rezki Media Saputra (31), di Kabupaten Lampung Utara. Anita ditemukan tewas di kebun singkong Desa Sawojajar, Kecamatan Kotabumi Utara, pada Kamis (21/8/2025) sekitar pukul 18.30 WIB (Kompas.id, 23/8/2025).

Korban ditemukan dengan luka memar di leher, wajah, dahi, lengan, serta darah keluar dari telinga. Penyelidikan menunjukkan cekcok rumah tangga yang bermula dari larangan suami agar istri tidak bekerja jauh dari rumah.

Data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Lampung mencatat 54 korban kekerasan yang melapor sepanjang Januari-Maret 2026, mayoritas adalah perempuan. Pelaku kekerasan terhadap perempuan paling banyak merupakan pasangan atau orang terdekat.

Ria Meylanie, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Provinsi Lampung, menyebut pihaknya memberikan pendampingan psikologis dan hukum. Namun, korban kekerasan pasangan seringkali tidak berani melapor karena ketergantungan ekonomi kepada pelaku.

Dosen Sosiologi Universitas Lampung, Handi Mulyaningsih, menyatakan kasus kekerasan dan pembunuhan perempuan di Lampung sangat memprihatinkan dan terus berulang. Tingginya angka kekerasan ini menunjukkan kuatnya budaya patriarki yang mengakar di masyarakat.

Article ad after last paragraph