Rabu, 26 Agustus 2026
Hot

Ekspor Lampung Melesat, Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Tumbuh 7,40 Persen

IPC TPK mencatat kenaikan arus peti kemas 7,40% di Terminal Petikemas Panjang hingga Mei 2026, didorong geliat ekspor komoditas unggulan Lampung. Ini cerminan tren positif perdagangan.

Article ad before first paragraph

HarianExpress, Bandar Lampung – PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mencatat peningkatan arus peti kemas sebesar 7,40% di Terminal Petikemas Panjang sepanjang Januari-Mei 2026, didorong tren positif ekspor Provinsi Lampung. Kamis, (25/06/2026)

IPC TPK mencatat throughput peti kemas di Area Panjang mencapai 50.287 TEUs selama periode Januari-Mei 2026. Jumlah ini meningkat 7,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 46.824 TEUs.

Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK, Daniel Setiawan, menjelaskan bahwa capaian tersebut merefleksikan peningkatan aktivitas logistik. Kondisi ini juga mencerminkan pertumbuhan perdagangan yang dilayani melalui Terminal Petikemas Panjang.

“Pertumbuhan throughput di Area Panjang yang berada di atas rata-rata pertumbuhan IPC TPK secara nasional menunjukkan peran strategis terminal dalam mendukung kelancaran arus logistik dan perdagangan di wilayah Lampung. Kami akan terus menjaga keandalan layanan untuk memastikan kebutuhan pengguna jasa dapat terpenuhi secara optimal,” ujar Daniel Setiawan (Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK) dalam keterangan, Kamis (25/6/2026).

Article ad in the middle of article

Peningkatan throughput ini utamanya ditopang oleh kinerja ekspor beberapa komoditas unggulan dari Lampung. Tapioca starch tercatat tumbuh 267,37 persen, frozen shrimp naik 28,90 persen, nanas bertambah 22,93 persen, dan refined glycerine meningkat 21,90 persen.

Arus peti kemas untuk tujuan domestik dan internasional juga menunjukkan pertumbuhan positif. Throughput domestik mencapai 28.163 TEUs atau naik 10,04 persen, sementara throughput internasional mencapai 22.124 TEUs atau meningkat 4,21 persen hingga Mei 2026.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung turut menunjukkan tren perdagangan positif. Pada April 2026, nilai ekspor Lampung mencapai USD 504,59 juta (+43,29%) dan nilai impor sebesar USD 172,40 juta (+51,56%) secara tahunan.

Pertumbuhan aktivitas perdagangan ini mendorong peningkatan arus logistik dan pergerakan peti kemas di Terminal Petikemas Panjang. Terminal ini mencatat pertumbuhan tertinggi kedua secara nasional hingga Mei 2026.

Article ad after last paragraph