Findy Alfiansyah Penulis | Redaksi Editor
Dokumentasi kegiatan NU Peduli Unit 04 saat mengantar pasien dari Kediri Wargomulyo menuju RS Urip Sumoharjo, Senin 24 Juli 2023. Foto: Dok. Istimewa.
HARIANEXPRESS, PRINGSEWU- Dokumentasi kegiatan NU Peduli Unit 04 menjadi salah satu rekam jejak sosial Rahmat Hidayatulloh di Pekon Wargomulyo, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, Lampung.
Foto tersebut memperlihatkan aktivitas pelayanan sosial berupa pengantaran pasien menggunakan ambulans dari Kediri Wargomulyo menuju RS Urip Sumoharjo. Kegiatan semacam ini menjadi gambaran kedekatan kerja-kerja kemanusiaan dengan kebutuhan langsung masyarakat di tingkat pekon.
Dalam dokumentasi itu, layanan sosial dilakukan untuk membantu warga yang membutuhkan akses menuju fasilitas kesehatan. Pelayanan seperti ini menunjukkan bahwa kepedulian sosial tidak hanya hadir dalam bentuk gagasan, tetapi juga melalui tindakan nyata di lapangan.
Rahmat Hidayatulloh, yang menyatakan kesiapan maju sebagai calon Kepala Pekon Wargomulyo, menjadikan pengalaman sosial kemasyarakatan sebagai salah satu dasar penguatan niatnya untuk mengabdi. Ia menilai, pemerintah pekon harus mampu hadir dekat dengan kebutuhan warga.
“Pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan dengan hati, cepat, dan tidak berbelit, karena kebutuhan warga sering kali memerlukan kehadiran langsung,” demikian garis besar semangat sosial yang diusung Rahmat Hidayatulloh.
Aktivitas pengantaran pasien seperti yang tergambar dalam dokumentasi tersebut menjadi contoh pelayanan sosial yang bersentuhan langsung dengan kehidupan warga. Dalam konteks pekon, akses terhadap bantuan cepat, informasi layanan, dan pendampingan warga menjadi bagian penting dari tata kelola pemerintahan yang responsif.
Rahmat memandang kepemimpinan pekon tidak cukup hanya berbicara mengenai pembangunan fisik. Lebih dari itu, kepala pekon juga perlu memahami persoalan sosial, ekonomi, kesehatan, dan kebutuhan harian masyarakat.
Melalui visi MULYO, Rahmat ingin mendorong Wargomulyo menjadi pekon yang maju, unggul, luwes, yakin, dan optimis. Visi tersebut diarahkan untuk membangun pemerintahan pekon yang dekat dengan masyarakat, terbuka, serta mampu menjawab kebutuhan warga secara bertahap.
“Terwujudnya masyarakat yang maju, unggul, luwes, yakin, dan optimis atau MULYO menjadi cita-cita bersama untuk membangun Wargomulyo yang lebih baik,” demikian visi yang diusung Rahmat Hidayatulloh.
Pengalaman dalam aktivitas sosial menjadi salah satu modal penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. Bagi Rahmat, pelayanan publik harus dimulai dari kepekaan terhadap persoalan warga, terutama kelompok yang membutuhkan bantuan cepat.
Ia juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan pekon. Menurutnya, pelayanan dan pembangunan tidak akan berjalan optimal jika hanya mengandalkan kepala pekon atau perangkat pemerintahan.
“Keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya bertumpu pada kepala pekon atau perangkat pekon, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat,” demikian salah satu garis besar program Rahmat.
Dalam bidang pemerintahan, Rahmat mendorong tata kelola pekon yang bersih, transparan, dan akuntabel. Pelayanan kepada masyarakat diharapkan dapat berlangsung lebih mudah, cepat, ramah, dan tidak menyulitkan warga.
Dokumentasi kegiatan NU Peduli Unit 04 tersebut juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi sosial di tingkat lokal. Kehadiran relawan, tokoh masyarakat, dan warga yang peduli dapat menjadi kekuatan besar dalam membantu sesama.
Rahmat menilai, pola gotong royong seperti itu perlu terus dijaga dalam kehidupan pekon. Nilai kebersamaan menjadi modal sosial yang penting untuk memperkuat pembangunan Wargomulyo ke depan.
Selain pelayanan sosial, Rahmat juga membawa gagasan penguatan ekonomi masyarakat, pemberdayaan pemuda, pengembangan BUMDes, dan pembangunan berdasarkan skala prioritas. Namun, seluruh program itu tetap berpijak pada prinsip bahwa pemerintah pekon harus dekat dengan rakyat.
Dengan menjadikan pengalaman sosial sebagai salah satu dasar pengabdian, Rahmat Hidayatulloh ingin menghadirkan kepemimpinan pekon yang lebih responsif, partisipatif, dan berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat Wargomulyo.


